Pihak ke3, apa yang selalu harus disalahkan? Bagaimana kalo dia tidak tahu?
Hey… sory aku emang bukan yang punya blog ini. Tapi aku hanya numpang curcol disini, aku gak tau harus cuhat sama siapa lagi supaya bisa lega, semua temen-temen ku udah tak curhati tapi aku belum lega. Makannya ku ikutin saran temen ku buat nulis. Dan dia berbaik hati ngijinin aku nulis disini. Apa sih pandangan kalian tentang pihak ketiga? Pasti kebanyakan bilang jahat, gak tau diri, dan pasti tu orang gak bener. Dan bagaimana jika kalian berada diposisi jadi pihak ketiga? Tapi sementara kalian waktu itu gak tau kalo kalian ada disitu? Pasti setelah sadar kalian merasa kotor, hina dan jahat (itu kalo kalian gak egois dan mentingin perasaan) dan itu yang ku alamin sekarang….
Gak seharusnya aku dulu begitu, aku telah mencuri perhatiannya. Perhatian dia yang seharusnya tak ku curi karena perhatiannya milik seseorang. Tapi apa mau dikata, perasaan ini timbul dengan sendirinya, dan waktu itu dia tak pernah bilang sudah punya cewek. Hingga aku tersadar dari mimpi, dan mencoba cari tahu tentang dia. Kenyataan bahwa dia sudah memiliki, yah itu yang terjadi. Awalnya dia selalu menghindar untuk bercerita tentang itu, dia gak bilang “ya” atau “tidak”.
Hingga suatu saat, aku diemin dia. Karena entah kenapa hati ku mengatakan, kalo dia cuma mau maini perasaan. Dan dia ngaku juga. Satu kalimat “rasanya sakit” anjritt. Aku merasa kotor, hina, dan aku salah besar. Aku bukan orang yang suka diantara orang. Aku gak mau diantara kalian, karena kelak aku juga gak mau ada orang diantara aku dan pasangan ku. Aku tahu betul gimana perasaan ceweknya, karena kita sama-sama cewek man. Dasar pembohong! sial, aku dijadiin selingkuhan tanpa aku ketahui. Akhirnya aku sadar AKU HARUS MENGAKHIRI INI. Aku gak peduli sakitnya kalo harus mengakhiri ini, tapi harus.
So, dari kejaian ini…kalian bisa nilai siapa yang salah dan siapa yang benar. Pesan ku, kalian harus tahu sikon dimana kalian berada…dan pastikan sikon kalian dulu sebelum bertindak lebih jauh. Nilai sikap dan tindakan kalian dulu sebelum mau nglakuin, apakah ada pihak-pihak yang tersakiti atau tersinggung terhadap sikap kalian. Dan aku bilang “gak akan ada asap kalo gaada api” kalo kamu men (yg ku maksud diatas) gak main-main ini gak akan terjadi.