Sabtu, 31 Desember 2011

Contact Me

StumbleUpon








 Name                : Oktiarini Sholiha
 Address            : Gunungpati, Kota Semarang
 E-mail               : indica.thya@yahoo.com
 Facebook         : http://www.facebook.com/thya.rini
 twitter                : @Oktyarini






Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Senin, 26 Desember 2011

Trying On Clothes

StumbleUpon
Hari ini mendadak diajak temen ke suatu acara, besok sih... kemudian pikiran mulai galau... ada beberapa kostum yang udah aku siapin sih, tapi masih bingung dan takut kalau nanti saltum. Gak lucu kan -_-
di bawah ada beberapa, yang mau aku tunjukin terutama buat kedua temen ku yang juga mau hadir. maksutnya sih mau minta pendapat hehehe... okey see below

1. Ini model yang pertama, agak ribet sih karena dress-nya pendek maka aku padukan dengan celana leging dan kaos hitam.

kalo dilihat di malam hari yang gelap, mirip baju terbang -_-

2. Yang ke dua ini, cukup simple cuman kaos ungu ketat dipadu dengan rok.

maaf ini foto grafernya udah ngantuk dan sempoyongan, jadi bureng gambarnya 


3. Yang terakhir paling simple, dress panjang dipadukan dengan kaos ungu.
jangan bilang-bilang kaos ungunya sama kayak yang dipake diatas hehehe

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Rabu, 21 Desember 2011

Galau Itu Menyiksa!

StumbleUpon
Galau lagi galau lagi, aduh tobat deh! Penyakit ini semakin populer dikalangan anak-anak muda terutama kalau dijejaring sosial, meskipun gak menutup kemungkinan semua umur juga mengalami. Contoh-contoh galau juga bermacam-macam kayak galau karena putus, masih cinta mantan, menunggu jawaban, diselingkuhin, nyesel setelah nolak seseorang dan pastinya banyak deh, kalo aku sebutin satu satu bisa panjang ceritanya.


Sedikit curcol, sekarang aku juga lagi galau karena salah satu yang aku sebutin diatas. Hmm... rasanya tu nyusahin banget deh kalau lagi galau, serba gak nyaman. Ya diotak lah, ya dihati lah. Dan hawanya pengen mengungkapkan, biasanya sih jejaring sosial sekalian juga buat nyindir seseorang yang dimaksud. Tapi untuk kali ini aku rem dulu deh buat gak pajang status di facebook atau twitter, bukannya giman gimana, cuma aku pengen gak nyebarin masalah yang privat ini ke dunia publik (padahal blog juga duinia publik). AH, tapi se enggaknya disini mungkin cuma dikit yang tau (maksudku temen-temenku yang kenal aku).


Kali ini galau ku masih seputar yang aku omongin kemaren disini, rasanya tuh, jadi sedih sendiri saat aku buka masa lalu di akun facebook (maklum saksi yang lebih real udah mati, hp ku udah mati!) saat dulu masih pedekate. Sedangkan sekarang kebalikannya, yah mungkin aku pernah menyakiti dan karma juga sekarang haha :(


Setahun bukan waktu yang sebentar, banyak yang sudah terlalui selama setahun ini. Kadang males, kadang kangen, kadang juga lupa. Dan gak nyangka aja sekarang udah setahun lebih perasaannya padaku, meskipun aku ragu, sekarang masih sama yang dulu atau tidak (maksudku hatinya).


So, I have to look busy and enjoy my busy life. Than, try to not think about it again! Wish me luck...
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Selasa, 20 Desember 2011

Ketipu Sama Seles

StumbleUpon
Pernah gak sih kalian ketipu sama mbak mbak atau mas mas seles yang awalnya nawarin hadiah atau barang gratis? Mungkin kalau jaman sekarang udah basi kali ya, atau kalau hari gini masih ketipu sama yang begituan berarti bisa dikatakan itu orang norak atau kampungan kurang beruntung. Kayak pengalaman tadi, aku sama sepupu hampir aja kena tapi kita juga gak bego bego banget makannya gak jadi ketipu. Mereka berkedok lagi promo toko baru, jadi sok mau bagi-bagi barang gratis gitu deh.
Aku cuma mau bagi-bagi pengalaman tadi aja biar kalian ndak ikut ikutan kena. Biasanya modus penipuan ini ada di mall mall atau kalau gak mbak mbak dan mas sales ndatangin rumah kalian (biasanya sih daerah desa) yang notabennya orang-orangnya polos dan mudah di bego in. 

Contoh kronologi:

1. Biasanya kalau di mall si mbak dan si mas ini berpenampilan menarik, umur maksimal 26 tahun, pandai berbahasa inggris, punya jazah S1 (lhoo) sambil bawa kertas atau brosur dan bawa barang (yang ngakunya buat kita, GRATIS!). Terus pas kita lewat mereka langsung mengarahkan brosur ketangan kita. Sekarang dipikir, seringnya kita reflek kalo ada barang tersodor ketangan pasti langsung kita pegang kan? (ngaku deh, apa lagi uang? bukan tangan lagi yang nerima tapi mulut udah kayak binatang yang kelaperan) Nah, emang pinter banget trik nya. Terus setelah barang kita pegang mereka bilang "Mbak/Mas/Kak udah dapat ini sebelumnya?" Dengan muka bego, menjawablah kita "em.. belom". 
step to overcome: Perhatikan seles, dia membawa brosur saja atau dengan barang lain. Hindari jika sales membawa barang lain, kemudian kembalikan brosur dan berkatalah "tidak mbak saya buru-buru" atau bisa dengan sok cuek dan langsung kabur.

2. Masih dengan kebego bego-an, si mbaknya langsung memberikan hadiah yang katanya gratis. Atau kalau gak kita disuruh menggosok kupon didalam brosur yang sudah pasti nomor dikupon itu masuk sebagai nomor berhadiah (tapi sayangnya itu hanya rekayasa). Dan dua kali pengalaman sepupu gue dan gue, entah emang udah jadi dialog wajib apa gimana aku juga bingung, mbak/mas seles pasti bilang "wah beruntung, semalam mimpi apa? apa sering dapet undian ya? mbaknya kuliah dimana? boleh tunjukkan KTP nya?". Wah kalo udah sampai tunjuk menunjuk identitas, sebisa mungkin menghindarlah!
step to overcome: saran ku mending jawab aja kalian masih SMA dan belum cukup umur bikin KTP, meskipun biasanya mbak/mas seles gak nyerah dan malah minta kartu pelajar, bilang aja lupa bawa dompet. Don't give your identity card!

3. Jika kedua kronologi gak bisa lolos juga (dalam arti kalian ngasih identitas) Mereka mulai memberikan penjelsan-penjelasan yang sebenarnya makin memperjelas kedok mereka. Dan aku yakin kalo kalian udah mulai sadar dari pingsan, pasti kalian pengen cepet buru-buru kabur. Tapi gimana alasannya?
step to overcome: cara yang tepat adalah dengan pur-pura angkat telfon atau dapat sms dari orang tua. Terus buru-buru kabur deh, bilang aja lagi ditunggu.

4. Masih belum bisa lolos juga? ya sudah, tinggal tunggu nyesel aja.

Tapi aku rasa mbak mbak yang ngasih brosur ke kita tadi emang bener-bener bego deh, walaupun kita tetep lebih bego haha. Gimana enggak, nawarin barang apa? sama siapa? gila aja, masak anak ABG ditawarin barang-barang elektronik kayak kulkas dan alat masak? -_-' 
Mungkin walaupun percaya sama tipuannya, juga gak mungkin minat juga kali, kalo barang nya buat emak emak gitu.
Yah, hari ini emang lucu... rasanya pengen ngakak pas kejadian tadi. Tapi aku hanya pura-pura sok cuek.


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Rabu, 14 Desember 2011

Welcome

StumbleUpon
I will show you...

Hi, my name is Oktiarini Sholiha, but I ussually make Thya Rini for my account because that's simple. I born on Semarang 19 october 1992 and now I 19th years old. I student of nursing academy in Semarang. I love to sing, hanging out with friends, listening to music and many more.
Maliq and D'essentials is very interesting for me, I love it. Their music are easy listening and have a wonderful lyric. I often listen to their music when I sad or happy. oh, yeah I also fans of Raditya Dika, he is a popular humor writer. His joke always make me laugh and I can forget my problem. You can try yourself...

Than I will show you about my life and the events arround me. I write because I want to write and everything in my mind I will write it. So it's my life....
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Selasa, 06 Desember 2011

"Dari Rotterdam, Erasmus sampai Shizuoka" Now and Forever You Will be My Idol

StumbleUpon
Malam ini kayak kembali ke beberapa bulan yang lalu pas smester 2 tepatnya. Lagi gila-gilanya sama beliau hehe...
Ini terjadi tiba-tiba saat aku buka blog, dan pencarian ku berhenti di home kemudian mataku terpaku pada Daftar Bacaan yang dipostingkan 3 jam yang lalu. Tak seperti biasanya ketika aku melihat pemilik postingan itu yang biasanya ku acuhkan saja, buru-buru ku gerakkan jari telunjuk untuk meng-klik postingan itu. Walaupun aku tahu aku pasti gak bakalan paham apa isi postingan yang berisi tentang Ilmu dokter atau ilmu kesahatan atau apa lah apa lagi pake English.
Perlahan lahan halaman mulai terbuka, huruf-huruf pun mulai muncul diikuti satu foto yang berlatarkan gunung Fuji yang terkenel di Jepang. Obyek foto itu hidungnya mancung dan sedikit senyum tersungging diwajahnya tapi kulitnya tampak lebih gelap dari yang aku lihat beberapa bulan lalu.
Aku mulai menyadari kalau foto dalam blog itu berubah, dari yang ku tahu dulu berlatar di Belanda. Tapi sekarang sudah berlatar gunung Fujiyama yang cantik.
waaa... kalo ini di hutan dan gak ada tetangga pasti aku udah teriak sampe habis suara ku. Tapi harus di-rem karena banyak tetangga, yah gak lucu aja kalau para tetangga pada panik dan dikira aku kesurupan haha.
Lalu mulai kubuka lagi foto-foto yang tersimpan di folder hidden file di Notebook ku. Satu per satu ku lihat lagi dan aku mulai senyum senyum, dua per dua aku amati dan aku mulai ngomong sendiri, tiga per tiga aku pandangi dan aku mulai jungkir balik begitu pula kenangan dulu yang mulai terbuka dalam memori otakku satu per satu. Aku dengarkan lantunan suaranya yang hangat ketika penuh kesabaran sedang memberi ilmu. Kemudian aku play video tari saman yang ia bawakan bersama teman-temannya ketika masih di nageri bunga Tulip dulu.
Terakhir aku tahu kabarnya lewat jejaring twitter dia sudah terbang ke Erasmus Jerman, tak lama kemudian aku search namanya di facebook dan aku terbelalak melihat personal information-nya di kolom curren city bahwa dia sekarang di Shizuoka Japan. Yah, dia di negeri yang aku impikan ingin aku datangi.
Foto ini adalah foto asli yang di capture beliau saat di Belanda :D

Aku sadar meski aku dulu aku sudah bertingkah konyol sampai aku di tettt, tapi whatever beliau tetap akan selalu menjadi idola dan inspirasiku NOW AND FOREVER...
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Minggu, 04 Desember 2011

To Remember

StumbleUpon
Hati seorang wanita akan mudah luluh dengan ketulusan seorang pria
Apa lagi dikala jaman sudah menetapkan betapa sulitnya mencari seorang pria yang baik
Bukan baik fisik, melainkan hati
Namun bila wanita itu pernah menolak pria baik
Itu bukan karena dia tak suka dengan fisiknya melainkan dia takut menyakiti hati hati pria baik
Apalagi disaat wanita itu masih memendam gundahnya dilema








Tapi suatu saat setelah pria baik pergi
Wanita pasti merasa kehilangan
Dan hanya bisa menyesali hatinya yang dulu tak sepenuhnya yakin untuk menerima cinta pria baik
Apalagi bila wanita telah menemukan pria palsu
Mungkin sejenak wanita akan terlena dengan kepalsuannya
Tapi suatu saat dia akan sadar akan perilaku pria palsu dan...
Penyesalannya akan semakin dalam, justru ketika pria baik sudah tak sedekat dulu
Tak seperhatian dulu, dan bahkan pria baik itu sudah sedikit dingin




Itulah hati, sangat sensitive :(
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Kamis, 01 Desember 2011

Ini Biodata gue, mana Biodata lo??

StumbleUpon
Hari ini pas gue nulis ini adalah hari kamis, 1 desember 2011... lha so what? emang gak ada yang special sih, tapi rasanya aneh aja gitu, pertama kalinya gue dan adek gue hari ini menghadapi ujian disekolah masing-masing, pertama kalinya juga gue gak terlalu pusing mikir ujian. Pagi-pagi ini ibu udah marah-marahin adek buat belajar, pas gue tengok dia lagi diem nulis. Ternyata pas gue deketin dia, tau gak lagi apa? lagi nulis biodata. Pernah gak sih lo pas jaman-jaman SD lo nulis biodata lo dan temen-temen lo di buku diary? atau sekedar mengoleksi tanda tangan anak satu kelas?... emm gak pernah ya, kalo gue dulu pernah nglakuin hal cemen macam itu haha. Dulunya dipikir hal kayak gitu tu keren, menuhin buku diary yang bertema cewek bangat, terus ngisi biodata pake tulisan alay.
Nah, kayak yang satu ini nih contoh biodata adek gue yang gak perlu ditiru, karena merusak EYD kalo lo nak gaul alay...






Biodata

Nama    : Ratna Dwi Astuti
  1. Tanggal Lahir     : 5 Februari 2003
  2. makanan kesukaan  : Pizza, Syusi, Spageti, ayam bakar, ikan panggang
  3. Buah kesukaan     : anggur, buah naga, mangga, rasberi, bluberi
  4. minuman kesukaan  : jus anggur, teh hangat, kopimoca
  5. Filem kesukaan    : Berbi, perinces, sponBok, dora, Saunthesep, udi
  6. Warnakesukaan     : ungu, biru, putih
  7. mainankesukaan    : berbi, boneka, Masak-masakan
  8. Bungakesukaan     : Mawar, melati, kenanga, anggrek, sepatu
  9. Hewan kesukaan    :
  10. alamat            : randusariRTI RW II



Demikian gue tulis tulisan adek gue, tampa gue edit-edit sedikitpun. Jangan dikritik ya kalo dari segi penulisannya dan jangan dipercaya semua tentang biodatanya, semuanya tu absurd dan gaje terutama di kolon kolom kesukaan, karena gue jamin  makanan kesukaan yang dia tulis itu sebenarnya dia belum pernah memakannya!
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Jumat, 25 November 2011

Daun Kelor oh Daun Kelor

StumbleUpon

Ternyata daun kelor atau Moringa Oleipera banyak manfaatnya loh. Dun kelor tidak mempunyai banyak kandungan, diantaranya vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat bezi, bahkan mengandung protein yang mirip daging bokongmu sapi. Jadi jangan berkecil hati jika tidak dapat kupon daging Idul Adha, kan ada daun kelor (hehe).




Moringa Oleipera juga mempunyai kandungan zat antibiotik/pencegah infeksi bagian luar. Jadi bila pasangan anda punya masalah pada kulit seperti gatal, panu, kurap, kadas dan kudis, harus jangan buru-buru anda tinggalkan cobalah kompres dengan tumbukan daun kelor. Tapi jika pasangan anda tetap masih "gathel", gantung aja dipohonnya (haha).




Entah ada kandungan apa lagi dalam daun kelor ini, tapi jika anda mendapat masalah dengan orang yang punya "sesuatu", kipasin aja itu orang pake daun kelor konon "sesuatu" nya bisa luntur loh. Gak percaya? Jangan khawatir sebenarnya saya juga enggak sih (jiakaka).




sumber: eyang google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Kamis, 27 Oktober 2011

Dari Adonan Pancake Kurang Gula

StumbleUpon
Belakangan ini aku lagi gak bisa nulis, sumpah otak ku lagi boker dan mabok. Padahal hal ini udah terjadi berhari-hari yang lalu tapi aku gak bisa menuangkannya dengan baik wal hasil berhari-hari juga aku baru bisa ngrampungin cerita ku yang paling (gak) penting ini.
Pagi-pagi buta tagggal 19 kemaren, aku terkejut ketika ada suara mirip ledakan yang ternyata itu suara pintu kamarku yang diketuk dengan kasar oleh ayah gara-gara aku gak bangun-bangun. Langsung deh aku dimarah marahin lagi, yah sial banget pagi-pagi udah dapet sarapan mana belum cuci muka lagi (ya iya lah kan baru turun dari kasur). Sedikit tak menghiraukan isi sarapan itu akupun langsung bergegas menuju kamar mandi dan segera berwudlu sebelum waktu subuh. Aku sambil menggerutu dalam hati, ini gara-gara si Fatma nih yang telfon orang gak pake kira-kira seharusnya kan dia bisa pake ilmu taksir menaksir (apaan yak), yang bener aja tengah malem lebih dikit ganggu orang yang lagi enak-enaknya ngebo.
Dan ternyata dia Cuma bilang “ hallo arin, bangun kamu jangan ngebo muluk sholat gih, ulang tahun o”.
Dengan setengah sadar aku pun menimpali “ya ampun, makasih ya” padahal tadi aku sempet berfikir kalo dia telfon gara-gara lagi dikejar-kejar suster ngesot yang larinya lebih cepet dari lari dia.
“jiah, pasti udah dapet yang special nih?” Kata Fatma menggodaku.
“Enggak kok, malahan kamu yang pertama ngucapinnya duh makasih banget yak”. Masih dalam keadaan pengumpulan nyawa aku mencoba menahan muntahan yang hampir keluar lewat mulutku.
Lama-lama mulai deh dia mendongeng, yang kalo didenger bisa membuat orang menjadi tidur (selamanya). Parahanya lagi, gara-gara aku angkat telfon dari dia, dia gak mau matiin telfonnya lagi. Yah terpaksa deh, satu jam penuh aku tempelkan benda panas dikupingku, sambil tiduran, nangis-nangis sama dirubungin laler dimana-mana, sungguh menyedihkan. Aku tunggu dan tunggu hingga 60 menit itu berlalu kemudian aku shalat tahajud seperti yang disarankan Fatma. Dari sini aku sadar ternyata beberapa tahun kemaren aku bukan apa-apa, meskipun sekarang masih bukan apa-apa (kan aku Arin bukan “bukan apa-apa”).
Kembali lagi keatas, eh maksudku cerita sebelumnya. Emang dasar aku doyan tidur, habis sholat subuh aku ketiduran lagi dan dimarahin lagi. Bangun kesiangan berangkat kuliah kesiangan juga. Makin bingung lagi karena suatu keadaan memaksa untuk tidak ngebut. Maklum lah daripada entar aku nangis-nangis di tengah jalan gara-gara rantai motorku lepas. Karena beberapa hari yang lalu hal itu terjadi saat aku diperjalanan main kerumah niput, tapi untungnya si rantai lepas pas digang deket rumah niput.
Lebih lambat dari niput, (eh siput) aku berjalan menaiki motor, eh salah ya… maksudku aku mengendarai motor lebih lambat dari niput, eh siput (maaf). Duh kok jadi kebanyakan eh -_-
Jalanan rumah-kampus parah udah kayak naik turun gunung melewati samudra dan menerjang badai, ditambah tracking yang sangat ekstrim kerena melewati jembatan gantung dari kayu yang sempit udah mau roboh. Tapi tenang, yang sebenarnya gak selebay itu kok, cuman parah aja kalo kerumahku pasti pada gak bisa pulang. Sebenernya bukan karena track ekstrim itu tapi karena gak hafal jalan pulang. Contohnya si Nining udah berapa kali dia maen kerumah, selalu aja nyasar dan kenapa pula nyasarnya ke warung makan. Padahal dirumah udah tak kasih makanan banyak (yah meskipun semuanya sisa) masih aja kalo pulang dia nyasar di warteg. Aduh, ngomong apa sih? Hehe maaf yak kok jadi ngelantur ceritanya.
Oke, balik deh. Assalamualaikum, aku pulang dulu yah. Aduh, nglantur lagi nih, maklum jam-jam segini emang jadwal.
Sampe kampus, untung gak telat. Tapi untung telat. Pasti bingung deh maksudku, untung aku gak telat, tapi untung (untung yang lain: dosen) datang telat. Seneng deh, kalo sama Pak Untung pokoknya berasa kayak jadi anak TK haha. Pasti heran, sebenernya aku juga heran. Tapi ya, pokoknya gitu titik.
Aku duduk disebelah Nining yang saat itu dia sedang asik entah lagi ngapain, tiba-tiba dia mengambil sebuah bungkusan dibalik jaket yang diletakkan didepan bangkunya dan menyerahkannya padaku. “aih, kue… makasih ya Ning?” segelak tawa tersunggging dari wajahku.
Nining mengambil tangan ku seraya berucap “Selamat ulang tahun Arin”. Dosenpun datang…
######
Akhirnay pada pukul 11.00 kuliah KMB selesai. Tapi, ini bukan malah jadi senang karena aku gak pernah tau apa yang bakal terjadi. Menunggu kuliah berikutnya sepanjang 5jam, seperti biasa aku gak bakalan mau pulang tapi kita (aku dan teman-teman) selalu di kosannya si Ana. Tentunya setelah kita beli beberapa menu andalan kalo gak nasi penyet ya nasi rames, pilihan mudah dan terjangkau (iklan).
Sampai dikos, gak tanggung-tanggung kami langsung menghajar menu yang bukan dari salah satu diatas. Salad jowo yang super pedas telah membakar bibir sampai mengeluarkan air hidung ku (sepertinya kata ini sedikit aneh). Berburu air disini susah, karena tidak hanya air sumur yang kering tapi juga air minum. Terpaksa deh ngos ngosan sambil ngangin-anginin bibir dan lidah “ayo padamkan apinya” hehe.
Selesai makan, tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan ku ternyata dari belakang, Fatma mengguyur ku dengan air. Sontak langsung baju dan kerudungku basah semua. Emang gak bener si Fatma, habis guyur aku langsung kabur tu anak, sial! Kemudian bertubi-tubi hujan lokal itu membasahiku yang kali ini dibuat Ana. Semua basah, dan aku terlihat kayak tikus kejebur got. Akhirnya Ana meminjamiku T-shirt, tapi aku masih pakai celana setengah basah.
Gak lama setelah insiden hujan lokal, berbondong bondong kita pergi ke kos Andri dan Uly untuk nebeng sholat dhuhur (maklum gak ada air). Aku berjalan didepan bersama Septi, sementara Ana dan Sofi pergi ke kos Arsad, gak tau deh mau ngapain mereka, dengan pikiran gak mau tau urusan orang aku terus lanjut berjalan sama Septi. Ketika sampai di kos Andri, baru aku sadar kalau kita Cuma berdua, ternyata Widya dan Sian ngikut ngapel kekos Arsad. Di dalam kamar kos Okti da Yuan sudah tepar didepan kipas angin, udah kayak ikan asin dijemur , beda dikit kalo ini ikan kembung dianginin.
Tak lama setelah aku selesai sholat, rombongan garong datang. Lalu, satu persatu mereka bergiliran sholat. Kemudian aku diajak Ana dan Septi untuk balik duluan ke kos Ana. Langsung saja aku setuju soalnya aku sudah tak tahan di kos andry yang sempit, ditambah lagi dengan 10 penghuni yang semakin membuat panas dan sesak. Sesampainya di kos Ana aku masuk dan menonton tv, sementara Ana dan Septi berada diluar. Tak lama setelah itu Sofi, Andry, Yuan, Okti, Susi, Widya, dan Uly datang sehingga membuat aku keluar untuk gabung dengan mereka. Aku yang masih duduk-duduk diteras, kemudian ana menghampiriku “hey, celanamu basah Rin, sebaiknya kau pinjam celana ku saja gimana? Masih dengan pikiran bego tak akan terjadi sesuatu “Tak usah Na, cuman basah dikit kok lagian aku males”
“ah, tau gitu sebenarnya tadi aku mengguyurmu lebih banyak lagi” ternyata Ana masih tak puas dengan perbuatannya.
Aku mulai mengalihkan pandangan ke arah Ana “oh bagus yah, mau pake air apa? week…”
Tanpa menimpali ejekanku Ana bergegas menghampiri Widya yang ada di balik gerbang kos. Aku kurang tahu kenapa anak-anak pada membujuk Widya, seolah-olah dia sedang sedih atau marah. Tapi aku pikir si Widya gak masuk akal deh, padahal tadi fine kok dan ini membuat aku masih bertahan di tempat duduk ku. Aku mulai mem-browsing facebook ku lebih jauh, tapi semakin lama anak-anak tampak menghampiri Widya, yah kecuali Okti, Yuan dan Sofi yang sejak tadi asik mengosek (baca: memetik/barangnya sudah habis/sisa) jambu. Lalu, akupun merasa tak enak jika aku terus diam ditempat tampa memberi sedikit care ku pada Widya. Saat aku jalan, tiba-tiba Andry merampas hp ku yang masih berlayarkan Beranda Facebook. Didepan gerbang, aku mendapati Widya memposisikan arah badannya didepan gerbang, sehingga ku tak bisa melihat wajahnya, kemudian aku tepuk pundaknya dan berkata “Wid, kamu kenapa?”
Widya mulai menoleh, dan spontan aku juga melihat bungkusan air berwarna putih berada digenggaman Widya. Kemudian tampa aku bisa berbuat banyak kecuali menundukkan punggungku lebih dalam, air itu pecah mengalir dari rambut sampai turun kebawah. Aku menjerit, tapi seiring jeritan ku datang lagi sesuatu yang dipukulakan ke punggung dan kepalaku, pecah dan bau amis hoek. Aku mulai berotak, tapi dari arah yang tak ku ketahui datanglah hujan abu putih yang hanya mengenai aku. Setelah terjadi serangan yang bertubi-tubi tersebut para pelaku mulai kabur menjauh sementara aku hanya menjerit sambil melihat diriku yang sudah tampak seperti adonan Pancake kurang gula. Tak kehabisan akal, aku yang tampak seperti orang gila berlari tunggang langgang mengejar mereka. Langkahku terhenti, kalau aku lanjut lari pasti aku akan sangat malu karena didepan adalah jalan menuju kampus dan pasti aku akan disangka orang gila, (ini menyedihkan padahal kan aku hanya aneh). Aku mulai clingak clinguk, Yuan, Sofi dan Okti masih asik dengan jambu-jambu meraka tak mungkin aku menghampiri dan memeluk mereka, mungkin juga mereka tadi tidak ikut-ikutan. Lalu aku melihat Sian lari berlawanan arah sendirian, “Aha, sasaran empukh nih” sambil membatin aku langsung lari menghampiri Sian seraya menjulurkan tanganku. Satu kali ku kejar belum kutangka aku berhenti, lalu aku kejar lagi dan YAP… aku peluk dia dari belakang hingga Sian memberontak. Setelah puas memeluk Sian aku lepaskan dia, tapi kembali dia medatangiku dengan membawa adonan tepung+air lalu terjadi kejar-kejaran lagi. Sampai kita lelah dan aku berfikir ingin segara menoton serial drama korea sebelum terlambat. Akhirnya mereka mengantarku untuk mandi dikos Andry, di perjalanan sungguh memalukan tak ada satupun yang mau mendekatiku, sial.
karena pas jadi adonan pancake kurang gula tidak terfoto, wal hasil cuma sisa-sisanya yang terfoto
Tanpa pikir panjang aku langsung bergegas masuk kamar mandi, sementara Sian, Septi dan Ana mengantri untuk sekedar menghilangkan bau amis yang menempel di tubuh mereka. Aku mulai memutar tombol shower ku nikmati dinginnya air lalu terpikir olehku “ah, saatnya balas dendam aku akan berlama-lama mandi saja haha..”. Ku hiraukan long-longan mereka yang segera ingin masuk kamar mandi, saat ini cara yang tepat adalah dengan pura-pura tuli. Setelah semua selesai kita balik lagi ke kos Ana, entah udah berapa kali bolak balik gini. Kembali kita nangkring didepat tv, meskipun aku merasa masih dengan bau-bau amis di rambutku tapi kuacuhkan sajalah, toh nanti berangkat kuliah aku pakai kerudung setidaknya bisa sedikit terhambat hehe.
######
Jam 03.45 kami berangkat untuk makul Kepprof. Dijalan kami bercanda-canda, “eh, udah gini tiba-tiba nanti kosong lagi” kata Sofi.
Karena Sian sebagai seksi pendidikan tidak terima, dia menyangkal “ah, gak mbak tadi aku sudah bilang jangan dibatalkannn”.
“Yah kalau sampai ini kosong, bener-bener sial aku hari ini! mending tadi pulang aja deh kan gak amis gini” kata ku dengan nada lemas.
Lalu semua menertawakan ku “hahaha…”
Sampai didalam kelas, masih sedikit anak yang datang. Semua temanku tadi masih menggoda ku terutama Sian yang paling semangat karena tadi dia ku peluk dengan adonan pancake. Tak kehabisan akal aku juga mulai mengancan Sian “oh gitu ya, oke aku tak akan mencarikan daun sirih untukmu besok dan aku gak mau menghubungi Pak dosen untuk seminarmu besok! Mending kamu atur sendiri deh week”.
Sian mulai mereda “yah, kamu ngancemnya gitu ik, padahal tadi Sofi juga ikut loh malah aku yang Cuma dijadiin sasaran” timpal Sian mambela diri.
Sofi yang namanya ikut terseret pun juga tak terima “aih, kenapa aku jadi kamu libatkan”
Tak mau kalah aku menjawab “Sian, lagian kamu tadi larinya kearah situ, jadi posisi yang paling mudah adalah posisimu”.
Makin seru perang lidah kami, hingga tak tau ternyata sudah kearah jauh kami berbicara. Tapi apapun itu, kami tak pernah menggangap itu serius karena kami suka bercanda. Suasana makin riuh dengan kedatangan Yogo yang merayu Nining layak nya si raja gembel eh, raja gombal (maaf). Sampai- sampai Nining mengeluarkan air matanya karena terkekeh terlalu lebaynya, mungkin sedikit beda dari kita tapi ini nyata setiap dia tertawa terpingkal-pingkal air matanya turun. Kemudian setengah jam berjalan, 45 menit ber lalu dan semua mulai gelisah dan resah. Apalagi Sian yang sejak tadi sudah memegangi kepalanya karena Pak Dosen tidak bisa dihubungi dan dimessage tidak di balas, makin tambah emosi jiwa seiring banyaknya protes dari anak-anak, yang seolah-olah men-judge dia.
“eh, ini dosennya mana sih? Jadi kuliah gak sih? Sie.pend nya siapa sih?” protes bermunculan dari anak-anak.
Sian pun naik pitam, dia maju di muka kelas, menggebrak meja sehingga celoteh berhenti. Tanpa pikir panjang aku yang suka mengabadikan moment langsung men-touch camera dan men-set untuk video, Nining dan aku malah merasa geli sendiri karena tingkah Sian itu. Sian pun mulai meluapkan amarahnya, tiba-tiba ada suara muncul dari Ardi yang membuat kesetanan Sian semakin menjadi-jadi. Aku terus mengarahkan camera ke wajah Sian kemudian ke wajah Ardi lalu Ke Sian lagi. Sian yang menyadari adanya camera ini langsung mendampratku “Arinnn!! Aku serius ini, matikan cameranya!!”. Selayaknya playboy yang ketahuan di sebuah realityshow, uh…penuh dengan amarah. Spontan aku dan Nining diam dari gelak tawa dan aku langsung menyembunyikan hp serta tak lupa aku men-save dulu moment yang tadi itu. Suasana semakin petang dan sedikit tegang menyeramkan, amarah masih berlanjut Sian mengacung-acungkan jari telunjuknya kearah kami. Lalu akhirnya Yogo sebagai komting dikelas kita menengahi konflik ini. Kami pun mulai menenangkan Sian, dengan nada lembut aku berkata “Sian, aku cabut ancamanku tadi deh yang tentang daun sirih dan seminarmu besok, aku akan mengurusnya oke?”
Sian: (mulai terkekeh) “ahaha… asik… makasih Arin, beneran lhoh jangan bohong”
Aku: MATI.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Minggu, 02 Oktober 2011

Teman Saya

StumbleUpon
Kadang aku bingung deh sama temen ku yang satu ini. Gak tau kenapa setiap kali aku lagi bareng sama dia banyak sekali terjadi keanehan dan aku selalu tertawa hahaha. Lama-lama jadi takut deh sama dia, takut kalau-kalau keanehannya dia hasil dari dia deket sama aku, sumpah kasian aku.
Aku tahu sebenernya dia itu takut tapi sok sokan bisa manjat pohon. Dia pikir dia bisa nyaingin monyet?? Lalu aku saranin aja supaya dia pake pakean badut monyet terus unjuk gigi deh didepan kampus, nah lumayan tuh buat nambah-nambah uang jajan kalo laper, supaya kagak makan penyet terus… kepala tempe, kepala tempe, telur tempe, tahu tempe… kasian banget dia. Apa lagi tu emaknya kagak pernah masak. Gak tau deh tu anak perutnya semelar apa, tiap siang dikit langsung ngajakin makan “eh, makan yo?” aku yakin siapapun kalian bakalan langsung mau kalo diajak makan. Ya iya lah, kecuali kalo diajak ke WS (baca: WC) ogah kali. Emangnya temen ku yang satunya, tiap kali ngajak seseorang itu pasti ke WS kapan pun itu, sampe aku mikir nih anak sebenernya ada janji sama makhluk apa sih di WS, jangan jangan udah emang kerjaannya “ngosek WS” ?
Balik ke temen ku, sering ya tu anak kalo lagi makul malah menghayal berimajinasi konyol sambil nulis-nulis diary. Belakangan aku tahu ternyata yang dia tulis itu tentang dua cowok paling fenomenal paling terkenal, paling dicari-cari orang seantero kampus yaitu Mas Budi sama Mas Supri alias mereka itu pembawa alat-alat important dikampus, ya aku sebutin seperti remot AC dan remot LCD bahkan Si Mas Budi yang setia dengan seperangkat alat pel-nya. Mungkin temen ku naksir abis sama mereka, giamana enggak? Dosen lagi serius nerangin, mahasiswa lagi serius juga ndengerin eh, dia malah asik nulis surat cinta buat kedua idolanya itu. Aku baca lagi note cinta dia, ternyata dia juga suka ngelirik “lek-lek” tukang bangunan disebelah. Dia nunggu “lek-lek” itu buat mainin musik romantis dari alunan paku, palu, dan gergaji sambil teriak “NEW PALAPA”.
Lanjut lagi pada keanehan tempo hari, aku baru nyadar kalo dia ternyata naksir sama mantannya temen ku yang kalo nulis setatus selalu menyamakan “a=@”. Gue makin pusing kenapa bisa “a=@”, itu sebenernya keypad hpnya kagak ada huruf “a” nya apa emang hp nya rusak? Apa otaknya yang lari-lari sampe dengkul? Jawaban kira-kira yang masih buat aku bingung. Dan Setatus konyol dari orang itu di like sama temen ku lagi… yah kurang kerjaan banget tu temen ku, mending dari pada aku susah susah ngelike status gakjelas dan gak tau juntrungannya, mendingan buat nganterin temen gue ke WS (baca:WC) aja, siapa tahu nanti aku dapet ilmu “ngosek” buat dipraktekin ke brondong-brondong kampus (haha, sumpah gak nyambung).
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Selasa, 27 September 2011

Ehem Of the Smester

StumbleUpon
Masuk awal smester 3 terjadi di awal September, rasanya masih malas malasan karena kita baru saja praktik lapangan selama sebulan dan baru menikmati masa-masa liburan. Yah tapi mau bagaimana, ini ya memeang konsekuensi mahasiswa kesehatan. Ckckck
Awal masuk smester 3, banyak yang tak terduga… mulai dari dosen sampai seseorang (yang gak bakal ku sangka dia daftar dikampus ku haha). Pertama dosen makul English, gak tau kenapa dengan dosen itu tapi anak-anak pada timbul tingkah-tingkah ganjenya yang aneh-aneh. Padahal menurut ku, tu dosen biasa aja ah…kagak nendang kayak dosen yang smester 2 dulu hehe.. sebut saja Mr.G (dosen English yang satu) menurut ku dia itu, yah lumayan berwibawa sih, piter, fisikly dia tinggi tapi sayang kurus (jadi inget teman-temen gue waktu SMP dulu, kalo ada orang, berciri fisik kayak gitu seringnya dipanggil “genter”) tampang… lumayan lah gak berlebihan, tapi juga gak kekurangan (mungkin waktu pembagian wajah dia dia dapet antrean tengah kali ya? Gak tau juga aku). Katanya dia itu seorang motivator sekaligus juga punya bisnis, tapi songong tu orang dimintai alamat facebook aja sok jual mahal he (peace).. malahan kita dikasih nomer telfon 3 sekaligus. Yah, dia kira kita mau sok sokan sms nanya pelajaran apa?? Mendingan kalo akun facebook, bisa sok sok comment status dan sok kenal padahal pengen nyari perhatian. PD merupakan suatu jurusnya Mr.G katanya dengan PD kita bisa mengalahkan musuh dalam diri kita, setuju sih.. sampai di pernah bilang “entah kenapa ya, siswa yang pernah saya ajar, mereka pasti ingin les privat sama saya. Saya gak tau mereka itu bener-bener mau belajar apa Cuma mau ketemu saya?” #*(&%#$*E#%... kalo aku bilang “gubrak” kalo itu mah kePD an.. inget ya pak, anda kan sudah punya istri, katanya baru beberapa bulan married. So, dia selalu ngajarin kita buat selalu PD, karena berawal dengan PD kita bisa berani, katanya. Dia juga cerita, perjalanannya bisa jadi dosen yang pada awalnya hanya seorang yah… bisa dikatakan OB di suatu rumah sakit sampe dia sering diejekin orang karena mimpinya yang terlalu impossible. Tapi, karena ketekunannya akhirnya dia bisa jadi seperti sekarang. But, aku acungin jempol deh mister.....
Dosen English yang kedua ini, lebih parah, lebih mirip ABG labil daripada dosen single (belum married maksud gue) yang berumur setengah mateng. Hahaha gimana enggak? mo lagi ngajar, mo lagi dirumah mo lagi ngapain kek tetep yang nomor satu facebookan. Gila aja, pernah ya tempo hari waktu ngajar ada temen ku yang comment statusnya, asik banget tu temen ku malah facebookan dan gak merhatiin si dosen yang lagi nerocos udah kayak angkutan keblongan rem. Eh tiba-tiba dia ditegor “hmm.. bagus ya kamu, malah sempet-sempetnya fban, comment status saya lagi” kate sidosen dimuka kelas. Dan gue termasuk temen-temen yang lain heran, tau banget tu dosen kalo ada yang fban, padahal aku aja yang duduk disebelah temen ku yang fban gak tau kalo dia malah asik mantengin layar nokia C3-nya sambil senyum-senyum gak jelas. Wah malu banget tu temen ku, haha dia emang konyol sih agak ganjen lagi haha. wah bener-bener gak bener ini!! Masa iya si dosen negur gitu, nah berarti dia juga fb an dong dari tadi,,, gila ni dosen! Lagi ngajar sempet-sempetnya fb an ckckck gimana dengan mahasiswanya kalo gitu. Yah, padahal awalnya aku nilai tu dosen oke banget, ramah, gak sombong, dan fisiknya wow banget lah dan lebih cocok jadi polisi atau tentara. yah, angkatan gitu deh… tapi kalo tampangnya sih biasa. Tapi gara-gara aku add facebooknya… tau gak apa? Aku illfeel… banget!! Ternyata dia tuh gak ada wibawa-wibawanya sama sekali tau.. liat statusnya tu udah kaya ABG baget… (gak mau banyak cerita deh masalah isi wallnya, terlalu kayak anak ABG labil kalo dilihat dan banyak status galau dan lagi kebanyakan sayang-sayangan sama pacarnya) ‘eh, nyadar dong itu akun kan buat umum. Iya sih hak setiap orang mo ngapain tapi ya seharusnya sadar dia itu dosen, jangan malah njatohin wibawa dong.. apa lagi kebanyakan temennya itu mahasiswanya -_-‘ jadi bingung aku. Dan ternyata untuk diposisi tertentu jaim itu perlu! Tapi yang aku, suka dia jarang marah dan cara ngajarnya dia itu menempatkan dirinya sebagai teman bukan sebagi dosen yang killer, yang membuat mahasiswa ngantuk dan males tanya ini itu.
Nih lagi, ada satu dosen dia tu mirip banget sama dosen smester kemaren (yang aku critain diatas) Cuma ini versi apabila sidosen (semester 2) gak berubah jadi modis kali ya hehe…secara dia lulusan dokter diUNDIP dan juga lulusan Belanda (keren abis). Balik ke dosen semester 3 ini menurut ku dari face facenya mirip banget, tapi agak iteman dikit dari yang dulu dan lebih tua dia. Pertama kali aku liat tau gak, aku bilang sama temen ku “eh, apa yang kita pikitkan sama?”, temenku bilang “sidosen mirip yang smester kemaren yah haha”. Pas banget, yaampun jadi inget jadul… pas minta foto bareng sampe yang dengan konyolnya aku nyolongin foto.
Dan dosen selanjutnya dia mirip CI di RS tempat aku praktek, tapi gak ada yang special yang bisa ku critakan sih kalau dosen ini. Sampai suatu saat aku nemuain sesuatu dari si pakdos ini, dan entah kenapa aku baru nemuin ini pas pertemuan terakhir sebelum dia terbang ke luar negeri. Mungkin selama diajar aku tidur kali atau kalo enggak aku pingsan, aku juga gak tau (sama diri sendiri aja… aku bingung). Aku baru sadar dia itu pinter (ya iya lah,kalo gak pinter yang gak jadi dosen) aku kagum sama pengalamannya, dia kerja di rumah sakit umum daerah semarang yang jelas-jelas udah terkenal itu. dia bertugas dibagian jantung dan pembuluh darah atau nama kerennya kardiovaskuler. Dia njelasin panjang lebar tentang jantung dan kelainan-kelainannya, dan membuat ku sadar aku labih takut buat “sakit jantung” dari pada “sakit hati”. Coba kalo pembuluh arteri koroner ku tersumbat, bisa mati mendadak aku. Yah, beda tipis sih sama sakit hati, orang sakit hati bisa mati juga karena bunuh diri terjun dari lantai gedung (itu kalo orang yang pikirannya sempit) tapi sebelum mereka (para sakit hati lovers) bunuh diri masih bisa dicegah. Nah kalo jantung koroner? Telat beberapa menit penanganan aja bisa mati mendadak. Satu hal yang aku masih inget banget dia pernah ngomong “perawat itu sebenernya orang kaya, gimana tidak? Setiap hari kita nambang emas (urin).” Tukasnya dengan lagak santai. “ yah, setidaknya itu tambang kita buat bekal kelak diakhirat, anak-anak. Coba kalo orang yang koma (yang membutuhkan penghitungan balance cairan) tidak kita ukur dengan baik dan benar, bisa berpengaruh dalam hidup dan matinya. Coba deh kalo kita tiap hari menambang urin 4-5 orang dalam sebulan atau dalam tahun, berapa pahala tu yang udah kita tabung?”
Bener juga ya, jadi aku berpandangan kerja bukan hanya sekedar mencari uang saja. Tapi, dibidang yang ku gelutin ini aku juga harus menggunakan hati untuk menolong hidup orang (buset, mulia abis). Tapi pada dasarnya semua bapak tersebut adalah baik. Dan sesuai hakikat manusia bahwa manusia itu unik dan tidak ada yng sama. Begitu juga mereka, unik dengan sifat dan karakter masing-masing. Dan tentunya mereka bukan orang sembarangan karena bisa berhasil menjadi seorang yang disebut “dosen”. Good job, pekerjaan kalian mulia… semangat.. jangan gentar menghadapi masiswa bandel. (termasuk saya ya pak, yang kadang suka nggerundel dibelakang hehe)
Wah crita apaan lagi ya… Segini cukup lah, sebelumnya maaf bagi pihak pihak yang mungkin ku libatkan dalam postingan ini hehehe “MAAF”
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Senin, 26 September 2011

Pihak ke3, apa yang selalu harus disalahkan? Bagaimana kalo dia tidak tahu?

StumbleUpon
Hey… sory aku emang bukan yang punya blog ini. Tapi aku hanya numpang curcol disini, aku gak tau harus cuhat sama siapa lagi supaya bisa lega, semua temen-temen ku udah tak curhati tapi aku belum lega. Makannya ku ikutin saran temen ku buat nulis. Dan dia berbaik hati ngijinin aku nulis disini. Apa sih pandangan kalian tentang pihak ketiga? Pasti kebanyakan bilang jahat, gak tau diri, dan pasti tu orang gak bener. Dan bagaimana jika kalian berada diposisi jadi pihak ketiga? Tapi sementara kalian waktu itu gak tau kalo kalian ada disitu? Pasti setelah sadar kalian merasa kotor, hina dan jahat (itu kalo kalian gak egois dan mentingin perasaan) dan itu yang ku alamin sekarang….
Gak seharusnya aku dulu begitu, aku telah mencuri perhatiannya. Perhatian dia yang seharusnya tak ku curi  karena perhatiannya milik seseorang. Tapi apa mau dikata, perasaan ini timbul dengan sendirinya, dan waktu itu dia tak pernah bilang sudah punya cewek. Hingga aku tersadar dari mimpi, dan mencoba cari tahu tentang dia. Kenyataan bahwa dia sudah memiliki, yah itu yang terjadi. Awalnya dia selalu menghindar untuk bercerita tentang itu, dia gak bilang “ya” atau “tidak”.
Hingga suatu saat, aku diemin dia. Karena entah kenapa hati ku mengatakan, kalo dia cuma mau maini perasaan. Dan dia ngaku juga. Satu kalimat “rasanya sakit” anjritt. Aku merasa kotor, hina, dan aku salah besar. Aku bukan orang yang suka diantara orang. Aku gak mau diantara kalian, karena kelak aku juga gak mau ada orang diantara aku dan pasangan ku.  Aku tahu betul gimana perasaan ceweknya, karena kita sama-sama cewek man. Dasar pembohong! sial, aku dijadiin selingkuhan tanpa aku ketahui. Akhirnya aku sadar AKU HARUS MENGAKHIRI INI. Aku gak peduli sakitnya kalo harus mengakhiri ini, tapi harus.
So, dari kejaian ini…kalian bisa nilai siapa yang salah dan siapa yang benar. Pesan ku, kalian harus tahu sikon dimana kalian berada…dan pastikan sikon kalian dulu sebelum bertindak lebih jauh. Nilai sikap dan tindakan kalian dulu sebelum mau nglakuin, apakah ada pihak-pihak yang tersakiti atau tersinggung terhadap sikap kalian. Dan aku bilang “gak akan ada asap kalo gaada api” kalo kamu men (yg ku maksud diatas) gak main-main ini gak akan terjadi.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Selasa, 05 April 2011

Music and Live Instrument Quality

StumbleUpon
Maliq & D'Essentials adalah suatu band berbasiskan jazz yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Maliq adalah kepanjangan dari Music And Live Instrument Quality. Sejak penampilannya yang menawan pada pergelaran Jakarta Jazz Festival 2005, popularitasnya semakin meningkat terutama di kalangan anak muda Jakarta.


Perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam lagu-lagunya menjadi salah satu andalannya yang khas. Musik yang dimainkannya khas dan kadang-kadang tidak terkesan seperti halnya lagu Indonesia yang umumnya terdengar melankolis.


Maliq & D'Essentials sudah mengeluarkan empat album yaitu 1st dan Free Your Mind dengan masing-masing album dibuat versi repackagenya dan dua album baru Mata Hati Telinga dan The Beginning Of A Beautiful Life. Jadi total sudah mengeluarkan 6 buah album.










Maliq&d'essentials di bentuk pada 15 mei 2002 terdiri dari 8 orang pesonil yang mengusung musik yang di sebut soulful. Nama Maliq adalah kepanjangan dari music and live instrument quality yang di buat konsepnya oleh Angga dan Widi (producer, composer, arranger & song writer) dan Indra Sulisto yang pada saat itu menjadi executive producer sekaligus manager dari band Maliq&d'essentials saat itu. D'essentials adalah sebuatan untuk personil lainnya yaitu : Indah & Dimi (vocal), Satrio (gitar), Ifa (piano), Jawa (bass) serta Amar (terompet) yang telah menjadi kesatuan dan takdapat dipisahkan.


Maliq&d'essentials pada awalnya selama kurang lebih dua tahun adalah sebuah band yang memulai kariernya dengan tampil di berbagai macam café dan lounge seperti Jamz, Mana Lounge, The Bar Four Seasons Hotel, dll. Penampilan mereka mempunyai tujuan untuk mempersolid band Maliq&d'essentials itu sendiri serta membiasakan pendengar musik untuk mendengar lagu-lagu black music khususnya soul music.






Pada saat yang bersamaan dengan keluarnya album repackaged 1st Maliq & d'essentials, salah satu vocalist yang bernama Dini juga mengundurkan diri untuk memulai pengerjakan album solonya yang pertama. Semenjak tahun 2006 Maliq & d'essentials melanjutkan perjalan dengan ketujuh personilnya. Penawaran yang sangat menyenangkan untuk Maliq & d'essentials datang di bulan September, yaitu kesempatan membuat soundtrack film Claudia/Jasmine. Maliq & d'essentials memutuskan untuk membuat lagu-lagu yang di masukkan ke dalam soundtrack tersebut menjadi album repackaged "FREE YOUR MIND" dengan single yang berjudul "Dia".


Sekali lagi terjadi pengantian personil didalam band Maliq & d'essentials bersamaan dengan pengantian tahun dari 2007 ke 2008. Gitaris Maliq & d'essentials "Satrio" mengundurkan diri (yang kini telah membentuk band Alexa) dan kemudian digantikan oleh "Lale" tentu saja dengan khas warna nya yang berbeda sehingga bisa menambah warna baru di band Maliq & d'essentials.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed