Malam ini terasa sunyi ketika aku merasakan rasa yang
menusuk dada. Terasa nyeri ketika aku pikirkan lagi perjuangan kedua orang
tuaku. Tepat pukul 23.21 malam ini mereka masih banting tulang di tengah
derunya angin malam. Rasanya tak sampai hati jika aku harus menuntut lebih pada
mereka. Karena aku tau ada apa dibalik senyum dan tawa yang tersungging indah
didepanku.
Lalu aku pun kembali melihat lembaran-lembaran memory yang
masih jelas terekam dalam ingatan. Pada mereka yang setiap hari selalu
menguatkan satu sama lain, dalam suka duka. Dan memberi semangat saat aku dalam
keadaan seperti saat ini.
Masih ada gambar tawa, canda dan banyolan anak-anak ketika
kita berkumpul dalam satu ruang tanpa pelajaran dan tanpa guru. Membuat kita
semua larut dan sejenak lupa pada masalah dan beban masing-masing. Bersatu
untuk menanggung beban saudara, karena kita adalah keluarga.
Kita sama-sana berjuang untuk kehidupan masa depan tanpa
memikirkan ego masing-masing. Satu dengan yang lain saling melengkapi, untuk sama-sama
menapaki perjalan sulit dan berkerikil.
Akhirnya kita menangis dlm nyanyian keberhasiln. Akhir
perpisahan pun datang merenggut 2 tahun yg terasa begitu cepat berjalan. Tapi
sampai sekarang meskipun kita sudah berbeda tujuan, silaturrahmi dan kedekatan
hati tetap terasa hangat seperti saat kita masih berjalan untuk satu tujuan.
Ya, sekarang dan sampai akhir hayat karena kalian adalah keluarga keduaku.
Keluarga besar IPA 2, yang tak akan pernah tergantikan dengan siapapun.







