Selasa, 26 Februari 2013

Before, Now and Forever

StumbleUpon

Malam ini terasa sunyi ketika aku merasakan rasa yang menusuk dada. Terasa nyeri ketika aku pikirkan lagi perjuangan kedua orang tuaku. Tepat pukul 23.21 malam ini mereka masih banting tulang di tengah derunya angin malam. Rasanya tak sampai hati jika aku harus menuntut lebih pada mereka. Karena aku tau ada apa dibalik senyum dan tawa yang tersungging indah didepanku.
Lalu aku pun kembali melihat lembaran-lembaran memory yang masih jelas terekam dalam ingatan. Pada mereka yang setiap hari selalu menguatkan satu sama lain, dalam suka duka. Dan memberi semangat saat aku dalam keadaan seperti saat ini.
Masih ada gambar tawa, canda dan banyolan anak-anak ketika kita berkumpul dalam satu ruang tanpa pelajaran dan tanpa guru. Membuat kita semua larut dan sejenak lupa pada masalah dan beban masing-masing. Bersatu untuk menanggung beban saudara, karena kita adalah keluarga.
Kita sama-sana berjuang untuk kehidupan masa depan tanpa memikirkan ego masing-masing. Satu dengan yang lain saling melengkapi, untuk sama-sama menapaki perjalan sulit dan berkerikil.
Akhirnya kita menangis dlm nyanyian keberhasiln. Akhir perpisahan pun datang merenggut 2 tahun yg terasa begitu cepat berjalan. Tapi sampai sekarang meskipun kita sudah berbeda tujuan, silaturrahmi dan kedekatan hati tetap terasa hangat seperti saat kita masih berjalan untuk satu tujuan. Ya, sekarang dan sampai akhir hayat karena kalian adalah keluarga keduaku. Keluarga besar IPA 2, yang tak akan pernah tergantikan dengan siapapun.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed