Rabu, 27 Maret 2013

Secangkir Coklat Panas dan Pertemuan

StumbleUpon

Sedikit melepas lelah, badanku tersandar di kursi depan rumah. Sore ini mendung dan turun titik-titik lembut dari langit, kemudian aku beranjak ke dapur dan menyeduh secangkir hot chocolate. Lalu ku nikmati diantara keheningan sore dan lembutnya hujan. Seteguk demi seteguk kurasakan manis membanjiri seluruh mulut ku, pelan-pelan terjun kehangatan melalui tenggorokan menuju lambungku.
Mulai ku ingat peristiwa pagi tadi, saat ku tersentak kaget kemudian kurasakan jantung ku mulai memacu lebih cepat sehingga seluruh tubuhku merasakan hangatnya aliran darah. Jari-jari ku mulai bergerak tak beraturan dan mulutku seakan terbendung untuk mengucap hal-hal negatif. Semua hanya gambaran keindahan yang menyelimuti benakku. Betapa bahagianya pagi ini, bertemu denganmu dan melihat sosokmu lagi. Aku tak pernah berfikir sebelumnya, kalau aku masih diberi kesempatan untuk melihat indahnya ciptaan Allah yang penuh kharismatiknya.
 Subhanallah ;)
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed

Selasa, 26 Februari 2013

Before, Now and Forever

StumbleUpon

Malam ini terasa sunyi ketika aku merasakan rasa yang menusuk dada. Terasa nyeri ketika aku pikirkan lagi perjuangan kedua orang tuaku. Tepat pukul 23.21 malam ini mereka masih banting tulang di tengah derunya angin malam. Rasanya tak sampai hati jika aku harus menuntut lebih pada mereka. Karena aku tau ada apa dibalik senyum dan tawa yang tersungging indah didepanku.
Lalu aku pun kembali melihat lembaran-lembaran memory yang masih jelas terekam dalam ingatan. Pada mereka yang setiap hari selalu menguatkan satu sama lain, dalam suka duka. Dan memberi semangat saat aku dalam keadaan seperti saat ini.
Masih ada gambar tawa, canda dan banyolan anak-anak ketika kita berkumpul dalam satu ruang tanpa pelajaran dan tanpa guru. Membuat kita semua larut dan sejenak lupa pada masalah dan beban masing-masing. Bersatu untuk menanggung beban saudara, karena kita adalah keluarga.
Kita sama-sana berjuang untuk kehidupan masa depan tanpa memikirkan ego masing-masing. Satu dengan yang lain saling melengkapi, untuk sama-sama menapaki perjalan sulit dan berkerikil.
Akhirnya kita menangis dlm nyanyian keberhasiln. Akhir perpisahan pun datang merenggut 2 tahun yg terasa begitu cepat berjalan. Tapi sampai sekarang meskipun kita sudah berbeda tujuan, silaturrahmi dan kedekatan hati tetap terasa hangat seperti saat kita masih berjalan untuk satu tujuan. Ya, sekarang dan sampai akhir hayat karena kalian adalah keluarga keduaku. Keluarga besar IPA 2, yang tak akan pernah tergantikan dengan siapapun.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Reddit
Feed